Bajakan [part I]

Pernah menghitung seberapa besar kualitas dan kuantitas kita dalam membajak karya orang lain? Malam ini, baru saya sadar ternyata saya rajin membajak juga. Mulai dari lagu, buku, majalah, jurnal, gambar, hingga sofwer. Film juga saya mbajak kok makanya sekarang udah bisa nyambung kalau ada yang cerita soal Kung Fu Panda :P. *malah banggaApa saya salah ya? Iya sih, kalau memposisikan diri sebagai si pencipta karya, bakal gondok banget ketika tau karya saya diperoleh orang lain dengan cuma-cuma padahal saya menciptakannya dengan bercucur keringat dan air mata [lebay..]. Tapi kan katanya kalau untuk kepentingan pribadi–tidak untuk kemudian diperjualbelikan–dan tidak lalu disebarluaskan tu ndak papa. *membela diri :mrgreen:Tapi saya berusaha meminimalisir pembajakan kok.Misal:1. pakai antivirus gretongan2. kalau harga buku ndak terlalu mahal ya beli asli. Masalahnya, mana ada buku kuliah yang murah??3. kalau minjem film di rental, pinjem yang asli bukan yang bajakan. Ini sih gara-gara kalau nyewa yang bajakan dijamin gambarnya bakal gak banget :mrgreen:Ada saran lain?Gambar dari sini 

4 Comments »

  1. ridu Said,

    June 19, 2008 @ 8:30 pm

    gak semua ngebajak itu adalah tindakan buruk.. buktinya.. petani kita kalo gak ngebajak, sawahnya gak subur2.. hueheueheu

  2. ichanx Said,

    June 21, 2008 @ 3:25 am

    jngebajak karya orang bule mah gak apa-apa lah… tanggung… lagian mereka udah kaya ini… kalo ngebajak karya anak bangsa, baru jangan… kasian… hehe

  3. jafis Said,

    June 21, 2008 @ 10:12 am

    seharusnya pajak dari pemerintah yg dikurangin .jadi murah .
    negara kok hidup dari pajak

  4. tc Said,

    June 24, 2008 @ 2:01 pm

    wadoooh tersindir ni..secara masih seriiing banget beli dvd bajakan..
    heuehuehue
    :D

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment