CJ7
Film bergenre keluarga ini dibintangi oleh Xu Jiao, Stephen Chow, dan Kitty Zhang. Adalah Chow Ti (Stephen Chow), seorang ayah yang sangat miskin dan bekerja sebagai buruh bangunan demi menyekolahkan anaknya, Dicky (Xu Jiao), di sekolah swasta terbaik. Ti tidak mampu membelikan banyak hal untuk anaknya, termasuk ketika Dicky meminta sebuah robot mainan seperti yang dimiliki temannya di sekolah.
Dicky, meskipun terbiasa hidup dalam kemiskinan, sangat kecewa ketika ayahnya tidak mau membelikan robot mainan itu dengan alasan tidak punya uang. Mengetahui anaknya kecewa, sepulang kerjanya, Ti mendatangi tempat terbaik untuk memperoleh barang secara gratis, yaitu tempat pembuangan sampah. Di tempat itu, Ti menemukan sepasang sepatu yang masih bagus dan akan ia berikan pada Dicky. Ti juga menemukan sebuah TV yang meskipun tidak sedang tersambung dengan listrik, TV itu menyala. Saking herannya, Ti mengamati TV tersebut hingga tidak menyadari ada piring terbang yang bergerak di belakangnya.
Saat TV itu sudah mati lagi dan Ti berniat pulang, ia tidak mendapati sepatu yang akan ia berikan pada Dicky. Akibatnya, Ti hanya bisa memberikan pada Dicky sebuah bola kehijauan.
Singkat cerita, ternyata bola itu dapat kemudian berubah menjadi boneka anjing lucu yang bisa hidup. Anjing itu yang kemudian memberi banyak pelajaran bagi Dicky.
Menurut banyak review, film Stephen Chow kali ini tidak sesukses dua film sebelumnya: Shaolin Soccer dan Kungfu Hustle. Alurnya terkesan dipaksakan. Menurut saya, film ini sama bagusnya dengan kedua film tersebut. Meskipun inti ceritanya relatif sederhana,
film ini cukup memberi banyak pelajaran hidup. Misalnya, bagaimana perjuangan seorang ayah demi keberhasilan masa depan anak, ajaran bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi excuse untuk berkelahi dan berbohong, anak harus selalu berbuat baik pada orang tua karena kita tidak akan pernah tahu sampai kapan orang tua dapat menemani kita hidup, anak kecilpun mampu menyelesaikan masalah di antara mereka tanpa bantuan orang yang lebih tua, dan jangan menilai orang dari luarnya saja (gambaran kebaikan hati bos Ti walaupun dari luar ia tampak galak dan jika berkata selalu menyakitkan).
Untuk sebuah tontonan keluarga, film ini recomended. Lucu, menghibur, dan ada banyak pesan moral. Tapi ketika menyaksikan film ini jangan berharap akan memperoleh film sebagaimana pada karya Chow sebelumnya. Sekali lagi, film ini beda tipe dengan dua film tersebut.
O iya, ternyata pemeran Dicky (Xu Jiao), dalam kehidupan nyata adalah seorang anak perempuan. Chow kesulitan menemukan pemeran Dicky yang pas dan baru merasa sesuai ketika melihat Xu Jiao itu.
Jiban Said,
June 7, 2008 @ 8:38 am
pertamaaaaxx…..
pinjem pilem nya dong…
Jiban Said,
June 7, 2008 @ 8:39 am
kok pindha rumah sih mbak?? yang kemarin di kemanain?
Indo Grafika Said,
June 9, 2008 @ 9:15 am
Helo, numpang lewat nih…
okta sihotang Said,
June 9, 2008 @ 1:36 pm
wagh..nompang WC nya wenny
vei Said,
June 9, 2008 @ 1:44 pm
wah bener nih film bagus.. aku dah nonton sampe 10 kali…
banyak makna yang bisa di ambil disana..
gurunya cakep banget looohh ..
ghozan Said,
June 9, 2008 @ 5:32 pm
wah aku udah dapat nonton nih filmnya, emang gak selucu shaolin soccer or kung fu hustle tapi worth it lah untuk ditonton apalagi bareng keluarga….
indra1082 Said,
June 10, 2008 @ 9:04 am
Aku juga donk, pinjem kasetnya, kirimin ya, hehehehe
aLe Said,
June 11, 2008 @ 3:58 pm
ni film bener2 keren abis,
pas lucu, bs ngakak pwol…
tp pas sedih, smp nangis gwe ^^
JoEy D`JuVe Said,
June 12, 2008 @ 10:28 am
Sumpeh Lucu Abis Begh Film… Plus Drama Serius nya paten… hebat lah si shaolin soccer ini… ayo Chow berkreasi lagi…
bangpay Said,
June 13, 2008 @ 2:32 pm
entah kenapa saya justru suka stephen chow dalam cerita film “yang sangat” kekeluargaan ini…
natazya Said,
June 15, 2008 @ 11:16 pm
nah itu dia… kalo film keluarga emang iyah…
tapi kalo dibelang komedi rasanya kurang yaaaaaah
dan endingnya yang begitu saja
ah… rada gimana gitu rasanya
*gimana hayooooooooh :p